Harga Emas di Banda Aceh Stabil di Rp7,3 Juta per Mayam, Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram
BANDA ACEH — Harga emas di Banda Aceh pada Minggu (26/10/2025) tercatat masih stabil di angka Rp7.300.000 per mayam. Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan dan tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan hari sebelumnya.
baca juga : Geger Kemunculan Harimau di Gayo Lues, BKSDA Aceh Turun Tangan
Berdasarkan pantauan Serambinews.com di Toko Emas Al-Fath, kawasan Pasar Ulee Kareng, harga emas lokal hingga siang hari masih bertahan di posisi yang sama. Penjual menyebut, belum ada pergerakan harga yang signifikan sejak akhir pekan lalu.
Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram
Sementara itu, harga emas Antam di tingkat nasional justru mengalami sedikit penurunan. Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam per gram pada Minggu (26/10/2025) tercatat sebesar Rp2.350.000. Angka ini turun Rp5.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Meski penurunannya tergolong kecil, perubahan harga tersebut tetap menjadi perhatian bagi investor dan masyarakat yang mengikuti pergerakan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Harga
Sejumlah pedagang emas di Banda Aceh menyebutkan, kestabilan harga lokal dipengaruhi oleh kondisi pasar yang cenderung tenang menjelang akhir bulan. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika juga menjadi salah satu faktor utama yang menentukan harga logam mulia di pasaran.
Menurut pengamat ekonomi lokal, harga emas di Banda Aceh umumnya mengikuti tren nasional, namun pergerakannya bisa sedikit berbeda karena dipengaruhi biaya produksi, ongkos pembuatan, dan permintaan masyarakat setempat.
Minat Masyarakat Masih Tinggi
Meski harga emas belum mengalami penurunan berarti, minat masyarakat untuk membeli emas tetap tinggi. Banyak warga memilih berinvestasi dalam bentuk perhiasan emas karena dianggap lebih aman dan memiliki nilai jual stabil.
baca juga : Fakta soal Istri Dicerai Suami yang Baru Lulus P3K di Aceh Singkil
Pedagang di Pasar Ulee Kareng juga menyebutkan bahwa permintaan meningkat menjelang musim pernikahan dan perayaan akhir tahun, yang biasanya mendorong kenaikan harga sementara.











