Banda Aceh – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut Aceh sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia. Karena itu, BNPB telah menyiapkan sejumlah program mitigasi untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat di daerah tersebut.
Pusat Edukasi Tsunami dan Mitigasi Kekeringan
baca juga : Main Layang di Sekitar Bandara Bisa Dipenjara Tiga Tahun
Suharyanto menjelaskan, salah satu program strategis yang akan dijalankan adalah pembentukan pusat edukasi dan informasi kebencanaan, khususnya untuk menghadapi potensi tsunami. Fasilitas ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran dan simulasi bagi masyarakat agar lebih siap ketika terjadi bencana.
“Untuk tsunami, kami akan membentuk pusat edukasi dan informasi kesiapsiagaan masyarakat. Pembentukan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Jepang,” ujar Suharyanto, Rabu (22/10/2025).
Selain itu, BNPB juga menyiapkan bantuan sumur bor di daerah yang mengalami kekeringan. Program ini sekaligus berfungsi untuk mengantisipasi gagal panen di wilayah pertanian akibat keterbatasan air bersih.
“BNPB juga menyediakan bantuan sumur bor untuk daerah yang mengalami kekeringan, hal ini sekaligus untuk mengatasi gagal panen di persawahan,” jelasnya.
Aceh Diprioritaskan dalam Penanganan Bencana
Menanggapi program tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan berharap agar Aceh menjadi prioritas dalam upaya penanganan dan penanggulangan bencana nasional.
Menurutnya, posisi Aceh sebagai provinsi dengan kondisi geografis yang kompleks, serta pengalaman pahit akibat bencana tsunami 2004, membuat daerah ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Kepala BNPB atas berbagai program bantuan untuk Aceh. Kami juga berharap Aceh dapat diprioritaskan dalam penanganan bencana,” ujar Fadhlullah.
Komitmen Perkuat Kesiapsiagaan
Melalui program-program tersebut, BNPB menegaskan komitmennya untuk membangun sistem peringatan dini yang terintegrasi di seluruh wilayah Aceh. Sistem ini akan dikembangkan bersama pemerintah daerah dan masyarakat agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tsunami dan kekeringan, tetapi juga mendorong budaya sadar bencana di seluruh lapisan masyarakat Aceh.
baca juga : Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Bertahan
Dengan kolaborasi antara BNPB, Pemerintah Aceh, dan dukungan Pemerintah Jepang, upaya mitigasi diharapkan dapat mengurangi risiko bencana sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman alam di masa mendatang.











